<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784</id><updated>2011-04-21T11:49:38.760-07:00</updated><title type='text'>the story before time</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>42</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-1724082703199191833</id><published>2007-07-25T05:31:00.000-07:00</published><updated>2007-07-25T05:50:29.138-07:00</updated><title type='text'>Waktu</title><content type='html'>Semoga kau menyesali semua kesalahanmu sepeninggalku nanti. Semoga Yang Maha Cinta akan memendekkan umurku dan memanjangkan umurmu sepanjang-panjangnya. Sehingga kau akan menyesali semua kesalahan yang pernah kau perbuat padaku. Penyesalan yang panjang dan tak pernah ada habisnya. Sepanjang hidupmu. Dan saat itu kau akan menyadari arti aku. Disini. Karena semua yang manis hanya akan berarti setelah berlalu. Kenangan. Yang membekas, dan melekat. After taste dalam hidupmu yang panjang dan lama. Semoga Waktu memanjangkan umurmu. Dan semoga waktu juga yang akan memberi kemudahan untukku.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-1724082703199191833?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/1724082703199191833/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=1724082703199191833' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/1724082703199191833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/1724082703199191833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2007/07/waktu.html' title='Waktu'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-116937073608532406</id><published>2007-01-21T00:59:00.000-08:00</published><updated>2007-01-21T01:12:16.100-08:00</updated><title type='text'>bumi, mentari, awan, angin dan api</title><content type='html'>Saat awan menjadi angin. Saat mentari pergi ke ujung lautan yang dalam. Tenang dan tersembunyi. Saat bumi mengejar mentari, berlari ke tengah galaksi. Bergerak, menari dan mencari. Tambatan hati.
Saat bulan tenggelam dalam peraduan yang kelam. Mencari hati yang ikut tenggelam. Kau muncul kembali dari debu perapian yang sepi. Dari bara, tangis dan air mata masa lalu. Sendiri dalam keberadaan. Dengan ikatan maya yang tertangguhkan.
Bara hangat mentari yang menggugah masa lalu. Yang terlupa. Hilang sebelum bersama. Jembatan rapuh yang akan hancur bila dijejak dua orang. Hanyut sebelum menyentuh tanah seberang.
Sekali tersambut talinya takkan ada jalan untuk kembali. Ke asal.
Hanya ke bawah. Jauh ke bawah. Ke dasar bumi yang gelap, tempat ningghizhida bersemayam bersama umatnya yang terbuang. Sekali tersambut talinya, tak ada jalan kembali. Pulang.

Akankah kau ambil resiko? Saat angin menghadang dan hujan badai erat bersautan. Tanpa payung dan peneduh di jalan..

It’s a one way ticket, my dear, you cant go back!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-116937073608532406?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/116937073608532406/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=116937073608532406' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/116937073608532406'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/116937073608532406'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2007/01/bumi-mentari-awan-angin-dan-api.html' title='bumi, mentari, awan, angin dan api'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-116672056505665537</id><published>2006-12-21T08:39:00.000-08:00</published><updated>2006-12-21T09:02:45.080-08:00</updated><title type='text'>ke dokter nggak ya?</title><content type='html'>Tuhan..aku takut.. Aku takut kalau dia nggak sayang lagi sama aku.. Aku takut, kalau ternyata bukan apa-apa, dia jadi berubah dan nggak sayang aku lagi. It's the nicest him I knew. Nyayang-nyayang aku, nanya aku kenapa dan gimana, sakit apa nggak..nanya perasaan aku. Aku takut Tuhan, kalau ternyata ini bukan keguguran, dan cuma mens biasa yg amit-amit sakitnya, dia nggak perduli lagi sama aku. Aku takut Tuhan. Kalau dia nyangka aku cuma besar-besarin masalah. Mens aja kok sampe gini (biarpun senyeri ini misalnya). Tapi di sisi lain, aku takut kalau ternyata ini memang keguguran, dan aku terlambat ambil tindakan, betapa nggak bertanggungjawabnya aku sama diri aku sendiri. Aku takut, ya Tuhan. Aku takut ke dokter ataupun nggak ke dokter dengan kedua konsekuensinya. Tuhan, tolong..berilah hasil yang terbaik untukku. Aku takut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-116672056505665537?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/116672056505665537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=116672056505665537' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/116672056505665537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/116672056505665537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2006/12/ke-dokter-nggak-ya.html' title='ke dokter nggak ya?'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-115911472702405170</id><published>2006-09-24T08:57:00.000-07:00</published><updated>2006-09-24T09:18:47.043-07:00</updated><title type='text'>La cielo</title><content type='html'>Kisaran arus kadang membawa kita hanyut ke bagian yang lebih hulu dari waktu. Ke tempat dimana kita pernah menyusuri sungai bersama bulir waktu. Menginjak kerikil dan terluka, mereguk embun yang tersisa di sudut daun yang menentramkan saat dikecap. Arus yang membawa kita ke sarang lebah yang ditinggalkan pemiliknya dengan madu yang membuncah. Reguk dan nikmati, janganlah takut disengat, karena penjaganya pergi entah kemana. Madu yang selalu ada bersama kenangan. Walau tak lagi ia kau kecap di lidahmu, hanya sebagai after taste. Kenangan, pisau tajam yang menoreh pergelangan dan membiusnya disaat yang bersamaan. Kulepaskan kau dengan semua kenangan, madu yang manis di segmen hati, terimakasih atas semua pemberian dan pengertian. Kulepas kau seperti merpati, semoga menjadi berkah untuk semua. Ciuman di kedua mata dan air mata. Yang menyusulnya. Kulepaskan engkau terbang di angkasa yang kau cintai. Dan pulanglah ke sarangmu sedikit lebih sering. Bila kau rindu dengan tempat itu, datanglah dengan tenang, akan kuberikan madu sebagai penghilang lelah dan cemasmu. Bila kau ingin berunjungsana dan berceloteh bersama. Sekarang, pulanglah.. Sarangmu menantimu.. Terbanglah kau, merpati putih penyisir langit. Kupamitkan kau pada semesta, semoga terestui.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-115911472702405170?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/115911472702405170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=115911472702405170' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/115911472702405170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/115911472702405170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2006/09/la-cielo.html' title='La cielo'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-115872260799269882</id><published>2006-09-19T19:56:00.000-07:00</published><updated>2006-09-19T20:23:28.003-07:00</updated><title type='text'>Mutasi terapi</title><content type='html'>Jujurnya, kalau ada yang paling saya benci diseluruh dunia itu adalah saya. Saya nggak suka sekali dengan diri saya. Kadang sering terlintas, kok tega sih Dia naro saya di cangkang ini. Yang ini?? Buka-buka friendster orang aja langsung kebayang ada apa yang bakal kejadian sama dia. I hate myself. Kenapa sih nggak bisa biasa aja. Liat friendster atau apalah..itu nggak perlu langsung keliatan dong masalah yang bakal mereka hadapi. Biasa aja deh, kayak orang normal lainnya! Nggak usah neko-neko. Keliatan masalahnya, kalau saya mau tau aja, ada apa ya dengan orang itu. Nggak usah annoying deh, liat hal biasa udah langsung contact. Dasar mutant! Tapi kadang disaat kebencian saya terhadap diri sendiri itu memuncak, out of the sudden, beberapa hal muncul di depan saya.. Kalau saya nggak aneh gini, mungkin saya nggak bisa menikmati hal-hal yang dengan mudahnya bisa saya dapat. Dengan hanya sedikit usaha.. Apa yang saya mau , biasanya, akan ada di depan saya. Hiburan-hiburan kecil dari Tuhan. Kita hanya akan mendapat kesetimbangan. Dari dunia yang terbentuk dari keseimbangan. Apa yang kurang dari sisi satu, akan diberikan yang lain sebagai gantinya. Saat-saat yang menakutkan itu, kalau dilihat dengan lebih global (tidak hanya melihat dari sisi saya yang ketakutan setengah mati), sebenarnya tidaklah sedemikian parah. Toh sebagai imbangannya saya mendapat banyak pengetahuan dari situ. Yang kadang mengagetkan saat melihat literatur yang nyata. Ternyata saya nggak gila. Dan itu bukanlah halusinasi semata. Dan kalau boleh jujur, kadang saya meramal sebagai terapi saya menghadapi kebencian terhadap diri sendiri. Dari kenggaknormalan ini, saya bisa dapet duit kok. :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-115872260799269882?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/115872260799269882/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=115872260799269882' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/115872260799269882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/115872260799269882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2006/09/mutasi-terapi.html' title='Mutasi terapi'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-115859382542220697</id><published>2006-09-18T08:19:00.000-07:00</published><updated>2006-09-18T08:37:05.436-07:00</updated><title type='text'>Tibet-ish</title><content type='html'>Kadang aku takut kehilangan kucing kecilku, yang manis kuning dan lucu. Yang banyak menemaniku akhir-akhir ini. Kucing yang tak sengaja kutemukan di jalan, saat berusaha pulang ke rumah dalam keadaan sakit dan lesu. Kucing kuning kecil yang lucu, yang berekor setengah. Kuning seperti Garfield. Kugemukkan dan kurawat sampai bersih. Mungkin itu yang membuat dia menggendut seperti Garfield. Gendut, lucu dan pemalas. Datang saat minta makan atau dibelai. Animal instinct.
Kebersamaan kami membuatku semakin takut akan kehilangannya. Aku selalu takut kehilangan. Karenanya aku selalu berusaha untuk tidak terlalu menyayangi sesuatu. Keluarga, teman bahkan barang. Agar tidak terlalu sakit saat terlepas. Impian dan keinginanlah yang menerbangkan kita, dan membuatnya menyakitkan saat terhempas. Aku terlalu takut untuk bermimpi. Dan menyayangi. Saat apa yang kausayangi terenggut darimu, yang tersisa hanyalah ampas dari esens jiwamu. Seperti papa. Orang yang paling aku sayangi sepanjang nafasku, ternyata bisa meninggalkanku. Sejak itu aku takut untuk menyayangi dan merasa memiliki. Bagaimana kalau kucing ini teringat ibunya dan memilih tinggal bersamanya? Atau ia menemukan rumah lain, yang lebih memanjakannya? Aku takut. Apapun dayaku, usahaku..tetap dia bukan milikku. Tapi seperti semua doa dari yang pernah ditinggalkan, aku selalu berdoa "semoga dia tetap bersamaku.".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-115859382542220697?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/115859382542220697/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=115859382542220697' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/115859382542220697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/115859382542220697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2006/09/tibet-ish.html' title='Tibet-ish'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-115185474888914899</id><published>2006-07-02T08:07:00.000-07:00</published><updated>2006-07-02T08:39:08.926-07:00</updated><title type='text'>Shrikandhi maju perang</title><content type='html'>Dalam hidup kita harus selalu memilih. Saat kita enggan atau tidak tau apa yang ingin kita pilih, maka hidup akan memilihkannya untuk kita. Pahit, manis, asam, getir, sepat, segar..it's all about choices. And state of mind. Seperti Shrikhandi yang maju perang. Melawan Bhisma yang dihormatinya, sekaligus didendaminya sebagai titisan Ambha. Perempuan yang menitis ke dalam tubuh seorang perempuan, yang kemudian berubah menjadi lelaki. Karena kemauan para dewa, yang tak rela kekasihnya mati ditangan wanita. Perubahan yang juga dipilih Shrikandhi sendiri. Bertukar kelamin menjadi pria, dengan seorang rakhsasa. Mengorbankan hidup dan keluarganya demi suratan dewata. Terdengar kejam, namun dia telah memilih. Ada pihak-pihak dan banyak hal yang dikorbankan. Perasaan Keluarga Viratha, istrinya dan omongan masyarakat yang terkadang sangat kejam. Semua karena sebuah pilihan. Masyarakat Jawa memang selalu mengenal kata tumbal. Sesuatu yang dikorbankan untuk mendapatkan hal lain yang diinginkan. Tumbal. Hadiah suci untuk para dewa. Persembahan. Yang kau kirimkan dengan hatimu. Yang pedih dan teriris, untuk mendapatkan karunia yang kau mau. Yang kau pilih. Tidak ada yang sempurna atas segala sesuatu. Karena ketidaksempurnaan akan menjadi bagian dari puzzle semesta. Yang mengisi bagian kosong. namun tidak saat penuh. Karena saat penuh, kau adalah kolam yang terisi air. Yang akan luber jika diisi terus. Memuntahkan isi yang dikandungnya, dari ikan yang menggelepar kekurangan oksigen sampai tumbuhan air dan lumut-lumutnya, bila diisi terlalu ekstrim. Saat penuh kau akan kosong, dan saat kosong kau akan dipenuhi. Hidup akan selalu memilihkan untukmu, tanpa kau sadari, bila kau membuka pintunya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-115185474888914899?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/115185474888914899/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=115185474888914899' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/115185474888914899'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/115185474888914899'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2006/07/shrikandhi-maju-perang.html' title='Shrikandhi maju perang'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-114995422467071099</id><published>2006-06-10T08:06:00.000-07:00</published><updated>2006-06-10T08:43:44.713-07:00</updated><title type='text'>Filler</title><content type='html'>Mungkin aku aneh, tapi dalam perkembangannya rencana pernikahan ini mulai membuat gila. Aku merasa ditindas atas nama kasih sayang. Atas nama semua perilaku yang mengatur, membatasi, memaksakan dan pengambilalihan atas nama kasih sayang dan perhatian. Terserahlah, kalau ada yang memanggilku tidak tau terima kasih atau apa pun. Aku sudah muak dengan semuanya. Semua ego dan dendam lama yang meledak, seperti nanah dari luka lama yang tersodet. Kadang aku merasa dijadikan alat. Timing yang tepat untuk memmbentangkan ego dan kemauan, berbungkus dendam lamanya. Dia boleh bilang mama banyak maunya, boros, nggak pernah belajar..or anything! But in the other hand, dia juga nggak lebih baik kok. Sudah terlalu banyak orang yang tersinggung dengan dia. Mama terutama. Kami berdua juga. Dan mungkin juga bapak ibunya. Aku capek. Rasanya disini aku bukan orang yang mau jadi manten, tapi pengisi acara. Capek. Lelah mental, fisik dan finansial. Mungkin aku nggak perlu ikut nyumbang ya? Aku kan hanya pengisi acara, yang harusnya dibayar. Bukannya malah diharuskan ikut urunan. Toh katanya resepsi itu acara orang tua perempuan, bukan manten. Jadi aku tinggal kosongin hari dan minta rundown acara. Acara selesai, terima uang, terus pulang. Nggak perlu ngurus tetek yang sudah bengek itu. That's it. Terserahlah, kalau ada yang mau bilang aku kurang ajar, nggak tau terimakasih atau bahkan durhaka. Yang jelas aku marah, tersinggung dan merasa dianiaya secara mental.
Mau nikah aja susah bener!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-114995422467071099?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/114995422467071099/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=114995422467071099' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/114995422467071099'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/114995422467071099'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2006/06/filler.html' title='Filler'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-114077280888907540</id><published>2006-02-24T00:19:00.000-08:00</published><updated>2006-02-24T01:29:55.300-08:00</updated><title type='text'>Sungai Takdir Odisseus</title><content type='html'>Aku selalu berpikir bahwa dunia adalah supermarket besar. Selalu ada harga untuk semua yang kita inginkan, tinggal menyesuaikan dengan budget, keadaan dan limit kartu kredit. Can we afford it or not? Life is all about choices. Winning and lossing, and the strategy behind. Seperti Sun Tzu yang menimbang keadaan alam. Menang dan kalah adalah bagian dari permainan. Karena menang bukanlah menang dan mengalah belum tentu berarti kalah. Tergantung apa yang mengalir setelahnya dalam sungai takdir. Sepert Odisseus yang menunggu dalam kuda kayu, diam mematung dan menunggu.. Menunggu musuh lengah dan terlena setelah menang perang. Penantian melelahkan, melampaui ambang batas para prajurit yang nyaris kalah dalam perang. Sebuah harga yang sepadan untuk hasil yang memuaskan. Troya dan seisinya. Helen of Troy yang melegenda. Dan nyawa Agememmon, yang dibunuh sang istri dalam bak mandinya sendiri. Kematian memalukan untuk Agememmon yang perkasa. Kematian..perjalanan lanjutan dalam aliran sungai takdir. Yang mengayun dengan nyaman. Beristirahatlah dengan tenang, layaknya tidur pertamamu dalam lindungan kawah dan ari-ari dulu. Kembali, pulang, ke rumah yang terdahulu. Satukanlah dirimu ke dalam iramanya, ayunannya dan pelukannya, kala ia memanggil dan tersenyum padamu. Menjulurkan tangannya yang halus. Padamu. Sambutlah ajakannya. Masuklah dan mengalir bersama. Ikutilah arus tanpa  terhanyut. Ngeli tanpa keli. Karena saat itu, kaulah sungai takdir itu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-114077280888907540?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/114077280888907540/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=114077280888907540' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/114077280888907540'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/114077280888907540'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2006/02/sungai-takdir-odisseus.html' title='Sungai Takdir Odisseus'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-114071852211722225</id><published>2006-02-23T09:58:00.000-08:00</published><updated>2006-02-23T10:15:22.173-08:00</updated><title type='text'>(I'm) sorry, candy..</title><content type='html'>Kadang tidak cukup hanya dengan minta maaf, karena maaf yang terlalu sering terbuang akan terasa tawar. Seperti garam yang terlalu banyak minum air laut. Tercampur dan kehilangan maknanya yang lebih dalam. Adakalanya basa-bssi yang manis lebih menyenangkan ketimbang kejujuran yang dikemas dengan nada getas. Kemasan selalu menyenangkan dan membuatnya lebih dihargai.
Terkadang menyenangkan mendengar kata-kata kosong yang manis. Seperti cotton candy. Yang yummy, manis dan membuat diabetes. Manis dan menarik dalam kemasannya sebagai candy. Racun dalam bentuk gula. Yang bila dimakan banyak-banyak akan memuakkan. Seperti kata-kata kosong tak berguna. Yang manis. 
Kadang yang terlalu manis membuat kita kehilangan rasa akan pahit manisnya kehidupan. Aku mencintaimu sebagai bentuk lain kehidupan, candy..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-114071852211722225?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/114071852211722225/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=114071852211722225' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/114071852211722225'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/114071852211722225'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2006/02/im-sorry-candy.html' title='(I&apos;m) sorry, candy..'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-113724308796487012</id><published>2006-01-14T04:37:00.000-08:00</published><updated>2006-01-14T04:53:20.976-08:00</updated><title type='text'>Terre</title><content type='html'>" Kau adalah kesalahan terindah yang menggodaku, saat kubutuh rasakan sedikit cinta. Kau adalah dosa termanis yang menggodaku saat ku tak mungkin memilikimu..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-113724308796487012?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/113724308796487012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=113724308796487012' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/113724308796487012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/113724308796487012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2006/01/terre.html' title='Terre'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-113610345765998369</id><published>2005-12-31T23:49:00.000-08:00</published><updated>2006-01-01T00:17:37.686-08:00</updated><title type='text'>Happy new year!</title><content type='html'>Malam Tahun baru pertama bersama. Thanks to the traffic and those deadlines. There always a blessing in disguise. Hugs and kisses, weird question, nice conversations, comfy and full of steak &amp; ineng's burger, forgotten ice wine, john doe &amp; harry potter on HBO.. A new year's eve, slept tight in his wounded arms till noon. I love you, my love. Thanks for those tender, loving and caring (or tlc, like miund use to said :)). And if you ask me for that silly question one more time, I'll say "I do". May this years bring our wish come true.
Happy New Year, everyone!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-113610345765998369?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/113610345765998369/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=113610345765998369' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/113610345765998369'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/113610345765998369'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2005/12/happy-new-year.html' title='Happy new year!'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-113119439186533963</id><published>2005-11-05T04:37:00.000-08:00</published><updated>2005-11-05T04:39:51.866-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>oh, jauh sekali rumahmu.. Kangen, rindu, semua ada. Selalu ada untukmu Kekasih. Aku kangen..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-113119439186533963?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/113119439186533963/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=113119439186533963' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/113119439186533963'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/113119439186533963'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2005/11/oh-jauh-sekali-rumahmu.html' title=''/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-113119421269872191</id><published>2005-11-05T04:30:00.000-08:00</published><updated>2005-11-05T04:36:52.756-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>capek, bosen, jengkel, kesel.. Di rumah terus seharian nggak ngerti apa yang mau dikerjain, kayak orang bodoh. Bingung. Papa dari lebaran nggak ada kabar, ngilang entah kemana. HP nggak aktif, sama aja dengan HP Mama Yani. Semua saudara di jakarta sudah ditelpon, yang di bandung juga, tapi tetap nggak ada kabar. Rasanya nggak tenang, takut ada apa-apa. Mau makan juga males jadinya. Aduuh, orang tua-orang tua jaman sekarang..kalau nggak bikin bingung anaknya kayaknya ada yang kurang kali dari hidup. Oalah, Gusti..paringake sabar..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-113119421269872191?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/113119421269872191/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=113119421269872191' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/113119421269872191'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/113119421269872191'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2005/11/capek-bosen-jengkel-kesel.html' title=''/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-112653565673909459</id><published>2005-09-12T07:30:00.000-07:00</published><updated>2005-09-12T07:34:16.743-07:00</updated><title type='text'>Solitaire the spider</title><content type='html'>Mungkin banyak orang yang akan heran kalau saya bilang, saya tergila-gila main solitaire. Spider solitaire. Mungkin itu bisa direlate dengan hidup. Membereskan hidup dan permasalahannya. Jajaran dari kartu-kartu yang tersperad secara acak. Yang terbuka dan tertutup. Yang harus dipadankan dan diurutkan hingga teratur dan dapat dihilangkan dari arena. Yang bila tidak dapat diselesaikan, klik deal, dan 10 kartu lain akan bertebaran diatas layer yang belum terselesaikan. Seperti hidup. 
Kartu yang terbuka, seperti permasalahan saat ini, yang akan menumpuk bila tidak segera diselesaikan, karena kartu yang baru akan bertebaran diatasnya. Kartu-kartu yang masih tertutup, seperti masalah yang kita kubur, lama terpendam, merembes ke bawah sadar dan menjadi bagian darinya. Seperti hidup. Seperti masalah. Sadar dan bawah sadar. Seperti air, yang merembes dari atap gua. Membuat lubang diatasnya. Seperti ac yang bocor di sebuah café yang akan buka. Yang bila tidak segera diperbaiki dapat membanjiri tempat itu. Dan merusakkannya. Seperti juga permasalahan dan konflik antar karyawan dalam tempat tersebut. Harus dibereskan sesegera mungkin. Agar korsleting yang telah ada tidak merebak dan meledak.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-112653565673909459?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/112653565673909459/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=112653565673909459' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/112653565673909459'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/112653565673909459'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2005/09/solitaire-spider.html' title='Solitaire the spider'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-111624823294698079</id><published>2005-05-16T05:30:00.000-07:00</published><updated>2005-05-16T05:57:12.953-07:00</updated><title type='text'>Ngoceh buang sial</title><content type='html'>Ngetik ditemenin kucing memang menyenangkan. Bikin hati lebih adem. Memang nggak salah kalu Tuhan menciptakan binatang luc ini. Mungkin dia tidak selucu monyet atau macan. Tapi setidaknya dia nggak punya habit untuk menjambak dan menggigit sampai putus. Dan setidaknya kucing cukup egois untuk hanya memikirkan dirinya sendiri. Minta dimanja, disayang-sayang, dielus, diperhatikan, dikasih makan, dll. Tapi paling nggak mereka bukan makhluk komunal, yang kadang, untuk eksis perlu menjatuhkan teman dengan berbagai cara. Halus atau kasar yang penting tujuan tercapai. Saat ini aku sedang dalam fase, lebih baik nggak perduli sama orang lain, darip[ada makan teman. Mengurus hidup sendiri juga sudah cukup compicated kok..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-111624823294698079?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/111624823294698079/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=111624823294698079' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/111624823294698079'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/111624823294698079'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2005/05/ngoceh-buang-sial.html' title='Ngoceh buang sial'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-111624657198421689</id><published>2005-05-16T05:11:00.000-07:00</published><updated>2005-05-16T05:29:31.990-07:00</updated><title type='text'>Mengembun, menjadi air</title><content type='html'>Kadang ada baiknya untuk menahan diri dan mengembunkannya sejenak. Agar menjadi lebih sejuk saat mengalir ke tenggorokan. Namun terkadang saat mengembun dia dapat menjadi basi. Seperti teh. Kadang ada baiknya kita memanaskannya agar menghilang dari penglihatan kita, meskipun pada kenyataannya dia hanya mengambil bentuk lain dari zat, menjadi uap. Namun dengannya kita dapat menghilangkannya dari pandangan, beristirahat sejenak dari masalah itu, untuk kemudian melupakan. Bersama berjalannya waktu. Melupakan atau mungkin mengalihkan. Karena pada kenyataannya ia hanya beringsut dari depan kita, mengambil bentuk lain dari air. Meski pada kenyataannya ia tetaplah air, yang kemudian berjalan ke proses selanjutnya. Menjadi awan mendung. Untuk selanjutnya mengalir ke bumi sebagai hujan. Yang deras, membadai, menghalau semua yang menghalangi jalannya. Menghanyutkan apapun yang dilaluinya saat ia membanjir di bumi. Di selokan, sungai, jalan dan lembah. Dan kadang menyeret manusia-manusia yang tak berdosa di dalamnya. Karena itulah aku lebih suka mengembun, mengendapkan masalah sejenak. Mendinginkannya dengan udara subuh. Karena saat ia kupanaskan, aku tak sanggup menahan amukannya saat membadai. Air. Yang diam, tenang, tapi membadai dan menghanyutkan rumah tempat berlindung. Maupun tanah tempat berpijak. Itulah air, yang dapat menempatkan diri, menyesuaikan bentuk sebagaimana tempatnya. Namun membasah, mencari korban, saat tumpah. Air yang tenang, tapi dapat membahayakan. Menelan korban, manusia atau sejenisnya. Air.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-111624657198421689?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/111624657198421689/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=111624657198421689' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/111624657198421689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/111624657198421689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2005/05/mengembun-menjadi-air.html' title='Mengembun, menjadi air'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-111460034303358935</id><published>2005-04-27T03:03:00.000-07:00</published><updated>2005-04-27T04:12:23.036-07:00</updated><title type='text'>Lumpur apung</title><content type='html'>Nggliyeng, meriang, nggak enak badan ditambah sakit perut..lengkap sudah ketidaknyamanan hari ini. Akibat tidak bisa tidur berhari-hari. Mungkin aku yang mulai jadi manja, terbiasa dikeloni dan dirawat olehnya. Sementara saat ini dia masih di makassar. Baru besok pulang.. Itupun masih harus ditambah satu hari lagi untuk istirahat. Kangen..apalagi saat sedang sakit seperti ini. Kangen kelembutan dan perhatiannya saat merawatku. Kangen diselimuti sebelum tidur. Kangen shalat malam bersama. Kangen dengan obrolan-obrolannya. Kangen dengan ketololan-ketololannya. Kangen keperfeksionisannya soal kopi, wine, makanan, plating, service, suasana, dan semua hal yang berkaitan dengan pekerjaannya sebagai chef. Hal-hal yang kadang njengkelin dan membuat rikuh, saat bersama orang-orang yang tidak sebidang dengannya. Tapi kok ya ngangeni.. Kangen dimasakin spagetti tengah malam atau ke cibadak, hanya karena aku nggak bisa makan. Padahal dia sedang diare berat sampai susah bangun. Sedangkan aku saat itu hanya panas biasa karena banyak pikiran. Akibat sahabatku mengambil kredit Hp atas namaku dan nunggak 6 bulan. Hal yang baru ketahuan saat debt collectornya datang ke rumahku. Sialnya, adikku yang ngobrol dengannya. Akhirnya, aku dimaki dua orang. Si debt collector dan adikku! Sampai saat ini aku masih marah pada temanku itu. Meskipun dia sudah minta maaf dan menjelaskan (kalau saat itu dia kalut karena perceraiannya). Mungkin yang membuatku sangat marah adalah jumlah bulannya. Kalau dia hanya menunggak 2 bulan, dan dia menggunakan alasan itu, Ok lah. Tapi 6 bulan?? It means dia baru bayar cicilan pertama (menurut debt collector itu), dan kalau dirunut waktunya, saat itu dia masih belum mengurus perceraiannya. Masih sering ngopi-ngopi denganku dan adi. Dan sekarang dia marah karena aku nggak pernah balas sms atau angkat telpon darinya. Saat itu aku masih nggak tega untuk ngomong nggak enak pada orang yang baru kena musibah. Tapi lama-lama aku berpikir, aku kok masochist amat sih sama diri sendiri? Menyakiti diri sendiri daripada menyakiti orang lain. Yang sudah seharusnya dimarahi. Jadi ya maaf, kalau aku menjauh. Aku masih marah. Aku masih sakit hati. Tega-teganya dia?? Udah menggunakan nama orang untuk kepentingan dia, nunggak 6 bulan, ada debt collector. Ditambah aku masih harus dimaki-maki adikku pula. Memang jaman sekarang harus hati-hati ya pilih teman.. Kadang segala yang terlihat tidaklah sama saat dekat. Seperti lumpur apung. Yang menjebak, melesak saat dipijak. Yang kita percaya karena bentuknya. Yang seperti tanah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-111460034303358935?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/111460034303358935/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=111460034303358935' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/111460034303358935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/111460034303358935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2005/04/lumpur-apung.html' title='Lumpur apung'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-111358520846374499</id><published>2005-04-15T09:52:00.000-07:00</published><updated>2005-04-15T10:13:28.463-07:00</updated><title type='text'>sempurna</title><content type='html'>Beberapa hari yang lalu aku melihat anjing yang kakinya tiga. Bener-bener buntung, karena kaki yang seharusnya jadi kaki ke empat dipapras sampai ke sendi pahanya. Sampai sekilas terlihat kalau anjing itu memang anomali, cuma punya 3 kaki dari lahir. Sedih, miris, nggak tega liatnya.. Samapai-sampai harus memalingkan muka agar nggak kebayang-bayang sampai malam, dan jadi nightmare. Tapi anjing itu sendiri keliatan santai dan riang. Sibuk menjulurkan lidahnya dan berlari-lari dengan penuh semangat. Mungkin menurutnya, hidup sudah cukup sempurna untuknya. Bumi tempat berlari, tong-tong sampah yang menyediakan suplai makanan lengkap, air dari got dan keran rumah, angin yang membuat kupingnya berkibar saat berlari, matahari yang bersinar, dan kalau hujan pun, ia dapat bergulingan di lumpur dangkal jalanan. Mungkin kita yang terlalu sering melihat dengan sudut pandang kita, perspektif kita yang kadang tidak menyeluruh. Kita terbiasa mengandaikan sesuatu dengan kita, apa yang kita rasakan bila berada dalam format atau keadaan demikian. Padahal kadang tidak demikian halnya. Seperti anjing yang sudah merasa sempurna, dalam keadaan yang kurang sempurna menurutku. Kadang sesuatu yang tidak sempurna adalah sempurna, sedangkan kesempurnaan kadang menjadi membosankan. Seperti pasangan. Dia akan menjadi sempurna karena ketidaksempurnaannya. Karena itulah tempat kita masuk, ke dalam sisi yang tidak sempurna itu, dan mengisi ketidaksempurnaan kita dengannya. Saling melengkapi. Seperti puzzle.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-111358520846374499?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/111358520846374499/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=111358520846374499' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/111358520846374499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/111358520846374499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2005/04/sempurna.html' title='sempurna'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-111064854780915620</id><published>2005-03-12T08:52:00.000-08:00</published><updated>2005-03-12T09:33:23.770-08:00</updated><title type='text'>Untuk sahabatku</title><content type='html'>Sediih.. Tadi sore seorang teman bercerita kalau salah seorang sahabatku, yang dulu dekat denganku, sedang aktif menjelek-jelekanku. Mungkin dia sakit hati padaku yang sedang malas mengangkat telpon darinya. Telpon yang sebagian besar berisi kutukan-kutukannya pada orang-orang yang dianggapnya "kurang" peduli padanya atau orang-orang yang dianggapnya memberikan pembayaran yang kurang untuknya. Terlebih, sebelumnya aku mendengar kalau dia menjelek-jelekanku di belakang. Hal yang telah kudengar delapan bulan sebelumnya. Hal yang kuanggap berita bohong, karena datang dari orang yang tengah bermasalah dengannya. Namun setelah beberapa bulan kemudian ada orang lain yang mengatakan hal yang sama (dia memburuk-burukkan aku di belakangku), aku mulai berpikir kalau hal ini bukan fitnahan atau usaha untuk mencari sekutu dalam bermusuhan. Suatu hal yang khas perempuan. 
Parahnya, dalam beberapa bulan terakhir ini, aku mendapat konfirmasi menegenainya dari beberapa orang. Aku sangat mempercayai asas praduga tak bersalah, tapi bagaimanapun bila lebih dari 3 orang mengatakan hal yang serupa maka hal itu dapat dinyatakan sebagai fakta. Terlebih beberapa diantara mereka tidak mengenal yang lain. Beberapa minggu yang lalu, aku masih menganggap kegiatan "penjelek-jelekkannya" sebagai tempat sampahnya menghadapi hidup. Biarkan saja. Life goes on, and on, and on. Sing waras ngalah. Tapi lama-lama capek juga ya.. Yah, semoga Tuhan memberikan kebahagiaan untuknya. Semoga Dia menganugrahinya cinta dan kasih sayang, sehingga dia puas dengan hidupnya dan tidak sempat menjelek-jelekkan orang ataupun mengutuk-ngutuki mereka. Dan semoga Tuhan membukakan matanya, bahwa aku tidak memusuhinya. Aku hanya lelah, butuh istirahat barang sejenak. Lelah mendengar kutuk dan sumpah serapah. Hanya ingin mengaso melepaskan penatku, beban batinku. Semoga Tuhan merestuinya, memberinya kebahagiaan dalam hidup dan mengirimkan seseorang yang terbaik untuknya. Karena sesungguhnya aku menyayanginya. Sahabatku, apapun yang kau katakan tentangku, semoga engkau berbahagia. Semoga Dia Yang Maha Cinta memberikan jalan terang untukmu. Menyayangimu dan menjagamu. Mengasihimu dan meluruskan jalanmu apabila kau lupa atau bersalah. Dan semoga kasihNya akan membukakan matamu, bahwa di hatiku aku tetap menyayangimu. Dan berdoa untukmu disetiap waktu, sebagaimana aku mendoakan sahabat-sahabatku yang lain. Perpisahan kita hanya sebatas raga, jasad, dan bukanlah hatiku. Yang masih mendoakanmu. Sahabatku. Semoga engkau bahagia..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-111064854780915620?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/111064854780915620/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=111064854780915620' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/111064854780915620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/111064854780915620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2005/03/untuk-sahabatku.html' title='Untuk sahabatku'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-110976236399177304</id><published>2005-03-02T02:57:00.000-08:00</published><updated>2005-03-02T03:28:22.833-08:00</updated><title type='text'>Laron obong</title><content type='html'>Seperti laron yang terbang ke arah lilin, tanpa sengaja mengumpankan dirinya pada api.. Seperti itulah cinta. Tak akan kuasa seorang makhluk untuk mendatangi cahayanya yang memikat inderawi, meskipun maut ataupun kehancuran yang kau tau mungkin menyongsong. Mungkinkah laron itu tak mengetahui hal itu? Hal yang kerap terjadi pada bangsanya, teman-temannya, yang telah mati karena tak mampu melawan daya tarik api lilin?
Cinta yang terkadang menyakitkan, jalannya penuh onak dan duri. Namun tetap dijalani.
Seorang Gibran pun tak sanggup menepisnya. "Ikutilah cinta walaupun jalannya panjang, tajam dan berliku." Dan pedang yang tersembunyi di balik sayap itu menghampirimu, menusukmu hingga habis harimu. Itulah cinta. Tak kuasa kita menahan langkahnya. Karena semua yang kita punya tak akan bisa mengalahkan cinta. Sediih..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-110976236399177304?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/110976236399177304/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=110976236399177304' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/110976236399177304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/110976236399177304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2005/03/laron-obong.html' title='Laron obong'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-110961907031298758</id><published>2005-02-28T10:26:00.000-08:00</published><updated>2005-02-28T11:31:10.313-08:00</updated><title type='text'>The sweet never its sweet without its sour.</title><content type='html'>"Have a good life.."

Have a good life, my lord..
Thank you for popping up into my life. Thank you for all stories that we've had.
Dan terima kasih untuk segala kepahitan dan air mata yang mengalir saat kita bersama. Dan akhirnya berpisah. Seperti penggalan lagu yang kerap kita nyanyikan bersama. Dulu. " No me Ames.." Do not love me. Anymore. We're not belong to each other anymore. Kita memang berjumpa untuk berpisah. Kukembalikan segala dendamku, segala perihku. Yang telah lalu. Padamu. Kupulangkan lagi kekesalanku. Kekecewaanku. Pada Cintaku yang abadi. Ternyata benar, seperti kata semua kekasihNya yang lain, Dia memang pencemburu. Tak rela untuk berbagi dengan kekasih yang lain. Meskipun Cintaku itu mempunyai banyak kekasih. Mungkin karena itu kita harus berpisah, my scorpion. Dan sebaiknya tidak bersua lagi. Terimakasih atas segala pencerahan ini. Kembalilah kau ke sarangmu. Yang terdahulu. Yang sering kau tinggalkan dan abaikan. Dan sekali lagi, terimakasih.. Terimakasih atas segala pahit dan perih yang pernah kau sisipkan dalam kehidupanku. Dan membuatku percaya bahwa pernikahan itu (ternyata) memang baik adanya. Ternyata Tuhan memang tidak pernah salah dalam memilih kata-katanya. Hal yang dulu kuanggap sebagai dogma. Terimakasih sekali lagi kuucapkan. Selamat berpisah..kupulangkan engkau pada keberadaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-110961907031298758?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/110961907031298758/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=110961907031298758' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/110961907031298758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/110961907031298758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2005/02/sweet-never-its-sweet-without-its-sour.html' title='The sweet never its sweet without its sour.'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-110347075384606685</id><published>2004-12-19T07:10:00.001-08:00</published><updated>2005-02-28T10:19:27.010-08:00</updated><title type='text'>Ratih dan Kamajaya</title><content type='html'>Tadi ada yang berkata padaku, kalau Cinta itu duka. Karena jalan yang dipilihnya melalui airmata. Cinta itu duka. Karena saat tawa pun, mengintiplah tangis. Cinta itu duka. Karena dalam candapun ia tetap berselubung nestapa. Hanya menunggu. Hanya waktu yang kelak akan menyingkap selubungnya. Hanya sang kala. Kala. Yang terkadang disebut sebagai pemangsa manusia, yang akrab dengan Sang Durga. Kala, yang namanya pun dekat dengan bencana. Kala, yang meskipun bukan Yamadipati, namun tetap dimungkinkan untuk memangsa ruh manusia. Sebagai tumbal, untuk memperkokoh kerajaannya.
Kala.. Semoga bukan Sang Kala yang memisahkan kami. Semoga Cinta selalu merestui kami. Bersama kami. Menjemput kami di ujung perjalanan tanpa airmata yang mengiringi. Semoga kami bukanlah pengulang Ratih dan Kamajaya. Ratih yang menjemput Kamajaya. Ratih yang harus terpisah dari Kamajaya, karena Syiwa. Yang harus patuh, tunduk dan menurut pada takdir. Dengan sembah dan senyum di bibir, meski hati meregang nyawa. Ratih yang mendului Kamajaya. Untuk kemudian bersatu lagi. Bersama lagi, di akhir waktu.
Namun seperti karma yang selalu berputar, kali ini Kamajaya mendahului Ratih. Menunggunya di akhir waktu, karena Ratih harus bersama Syiwa. Memenuhi takdir yang tertunda. Menemani Syiwa memerintah Bumi. Untuk sementara. Dan Kamajaya pun harus mengalah, menanti di ujung takdir. Ratih dan Kamajaya, pasangan yang terpisah karena Syiwa. 
Sedih, duka, airmata..itulah yang dirasakan Ratih. Tawa pun terasa hambar baginya. Namun apadaya, ia harus menjalankan garisnya. Takdirnya sebagai Dewi, meski dengan airmata. Karena airmata itu Cinta. I love you, my love..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-110347075384606685?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/110347075384606685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=110347075384606685' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/110347075384606685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/110347075384606685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/12/ratih-dan-kamajaya.html' title='Ratih dan Kamajaya'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-110330160146081086</id><published>2004-12-17T07:54:00.000-08:00</published><updated>2004-12-17T08:55:59.323-08:00</updated><title type='text'>Bersimbiosis bersama</title><content type='html'>Kubenci perasaan gelisah yang menyiksa, kala kujauh dengannya. Perasaan tidak aman saat membiarkannya sendiri, bersama teman-temnnya. Tanpa aku. Dengan wine, arak dan semua minuman itu yang mengalir lancar berminggu-minggu.
Mungkin ini refleksi ketidakpercayaanku padanya. Akibat tindakannya di persinggahannya yang lalu. Etape ke dua. Dua pos sebelumku. 
Padahal dia sangat menyukai tempat itu. Hingga pernah terpikir olehnya untuk mendirikan rumah permanen disana. Persinggahan terakhirnya. Tempatnya menghabiskan hidup hingga tua. 
Namun badai menghancurkan rumah semi permanen mereka. Badai yang ditaburnya dua kali, dengan nama yang berbeda. Badai pertama bernapaskan api. Sedangkan yang kedua..entahlah. Dua badai yang memporakporandakan tempat bertelaga bening itu. Hancur hingga lebur, tercabut hingga pondasi dan tanahnya. Akhirnya mereka tinggalkan tempat itu dalam keadaan rusak parah. Tanpa ingin dibenahi lagi.
Kemudian dia mencoba berdamai, hidup bersama, dengan badai yang kedua.
Namun menunggang badai bukanlah hal yang mudah. Karena badai yang liar itu selalu menjarah kemana-mana. Sampai akhirnya dia lelah, letih dan gelisah. Ingin melepaskan diri dari badai tersebut, namun tak tau ia caranya. 
Saat itulah dia bertemu denganku, di jalan gelap yang berbatu. Saat aku kebingungan mencari jalan pulang, setelah pergi dari rumah yang ingin kutinggali. Sebelumnya. Akupun melangkah di jalan yang gelap sunyi. Meski kubawa pelita, namun dalam kebingunganku, tak tau kemana harus menuju. Saat itulah aku bertemu dengannya. Sesama pengembara yang lelah dan gelisah di kegelapan jalan setapak. Dirindukannya pelitaku, dan ditawarkannya tempat persinggahan bagiku. Maka kami pun berbagi, bersimbiosis bersama.
Dalam kelelahan, kebingungan dan kebuntuanku, inilah tempat yang kutunggu. Sampai habis lelahku. setelah itu, mungkin aku meneruskan perjalanan. Atau bila tempat perlindungan ini menawarkan rasa aman, ingin aku bernaung disini selamanya. Menautkan akar dan batang kami. Berokulasi menjadi pohon yang baru. Bersama. 
Semoga rasa aman itu akan menjadi nyata.


&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-110330160146081086?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/110330160146081086/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=110330160146081086' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/110330160146081086'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/110330160146081086'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/12/bersimbiosis-bersama.html' title='Bersimbiosis bersama'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-110269832009320058</id><published>2004-12-10T08:36:00.000-08:00</published><updated>2004-12-15T01:19:22.683-08:00</updated><title type='text'>Lara sang Omnivora </title><content type='html'>Susahnya kalau insting coba-cobaku sedang kumat.. Berhubung sedang dekat dengan orang yang suka makan, akhirnya insting itu tersalur ke makanan deh..
Tadi aku baru mencoba pa pa thang. Sejenis minuman khas china dengan rumput laut, lengkeng kering, biji teratai dan es diatasnya. Rasanya cukup manis, walaupun tidak se-OK yang kubayangkan saat mendengar unsur-unsur penyusunnya. Langsung kutelpon dia untuk laporan. Ini merupakan salah satu hal yang kukangeni dari nggak adanya dia di Bandung. Semangat mencoba kami, yang kadang salah tempat, namun sangat aku nikmati.  
Jadi ingat terakhir kali makan malam dengannya , di acara launching sebuah merek cigar, di sebuah hotel terkenal Jakarta minggu lalu. Akhirnya setelah berbulan-bulan hanya mendengar namanya, aku merasakan seperti apa foie gras itu. Hati angsa yang melegenda, yang konon sebanding dengan kemasyuran kaviar. Di acara ini aku baru menyadari kekuatan pikiranku. Setelah diguyur beberapa gelas apple martini dan empat jenis wine, aku sedikit pun belum tipsy. Meskipun menumpahkan sedikit wine, karena keleyengan akibat dipotong saat sedang meramal dengan wine. Namun ternyata efek pikian pun ada batasnya. Saat seteguk absinthe itu memasuki rongga perutku, aku merasa ditonjok di ulu hati. Padahal saat ia mengalir ke tenggorokanku, hanya terasa rasa manis yang halus. Minuman halusinogen ini memang tidak main-main. Tak heran van gogh sampai memotong daun telinganya sendiri. Untung, waktu itu aku nggak jackpot!
Namun sebagai orang yang suka memaksakan limit diri, aku masih berusaha untuk bernegoisasi dengan perutku untuk mencoba benda-benda aneh yang ada di dunia. 
Beberapa hari kemudian, bayang-bayang biawak menari di depan mataku. Gimana ya rasanya makan biawak? Akhirnya kupaksalah dua sahabatku untuk menemani ke daerah kota. Agak susah sih untuk mencari tempatnya. Dengan berbekal informasi dari seseorang yang berkantor di daerah situ, dan kabarnya suka makan, kami dapat menemukan tempat itu. Tenda pinggir jalan dengan beberapa kerangkeng yang berisi ular, biawak dan MONYET! Kejam, binatang selucu itu kok ya dimakan?? Akhirnya kami pesan makanan dengan perasaan nggak nyaman, takut kalau sewaktu-waktu binatang-binatang itu dipotong di depan mata kami. Dengan membelakangi kandang-kandang itu, sahabatku memesan abon ular dan aku pun memesan sop biawak. Rasanya kayak ayam sih pada awalnya. Tapi after tastenya agak amis dan bikin perut munyel-munyel. Kayak abis jackpot gitu.. Yeah, curiosity kills the cat indeed.
Selagi aku menikmati sebatang rokok penghilang rasa amis itu, tiba-tiba dari arah kandang monyet terdengar bunyi "dukk..." ringan, disertai perkataan "yah..mati." 
Spontan kami langsung mencelat, meninggalkan uang dan kabur masuk mobil. Jangan-jangan itu suara terbunuhnya monyet kecil itu. Sediih.. 
Tampaknya aku perlu mempertimbangkan untuk makan ular dan cicak. Nggak kebayang proses pembunuhannya sebelum mereka masuk ke perutku..

&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-110269832009320058?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/110269832009320058/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=110269832009320058' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/110269832009320058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/110269832009320058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/12/lara-sang-omnivora.html' title='Lara sang Omnivora '/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-110269547663342331</id><published>2004-12-10T07:26:00.000-08:00</published><updated>2004-12-10T08:17:56.633-08:00</updated><title type='text'>Percepatan waktu</title><content type='html'>Kangen..
Kangen melihat mukanya &amp; badannya yang besar, aromanya, bajunya yang kadang asal, juga kejorokan kamarnya.. 
Kangen mengelus pipinya, dengan cambang kasar yang baru tumbuh, kalau dia mulai ngeyel dan nggak sabar. 
Kangen memeluk badannya yang oversize itu. Saat dimana aku merasa begitu kecil dan mungil, kadang sedikit tengil. 
Kangen dengan kengeyelannya, obrolannya soal makanan. 
Kangen dengan kemalesannya, yang biasanya suka bikin gregetan, kalo lagi kumat. Kebeteannya menghadapi jalan yang macet. Ke-up tight-annya soal waktu. Semua harus on schedule.
Kangen paduan rasa aman dan disayang, kesabarannya sekaligus kegalakkannya yang bisa muncul sewaktu-waktu.
Terutama mulut lembutnya yang beraroma cigar itu..
Kangen tubuhnya, rasa aman yang ditimbulkannya saat memelukku sebelum tidur..
Kangen mencium dan mengelusnya..
Kangen..

***

Waktu..ya Waktu, cepatlah berlalu.. Berlarilah bagai angin agar cepat bulan ini berlalu. Putarlah rodanya agar cepat kembali ia padaku.
Biarkan benang waktu di roda itu memintal dengan kecepatan mesin di pabrik tekstil.
Biar lekas selesai pekerjaannya dan dapat berada bersamaku setiap hari. Lagi.
Biasanya aku sangat menghargai proses, yang dipintal oleh waktu.
Namun kali ini..berlarilah untukku.
Kejarlah dan tarik benang waktunya padaku. 
Berikanlah ia padaku.
Jadikanlah ia milikku, yang legal.
Selalu, selamanya..
Dan jadikanlah agar ia bahagia bersamaku.
Semoga semua yang terbaik dan terindah datang padanya, karena aku mencintainya..
I miss you, my love..
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-110269547663342331?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/110269547663342331/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=110269547663342331' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/110269547663342331'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/110269547663342331'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/12/percepatan-waktu_10.html' title='Percepatan waktu'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-110139831945024849</id><published>2004-11-25T07:47:00.000-08:00</published><updated>2004-12-17T09:01:07.316-08:00</updated><title type='text'>Forgive (4) me</title><content type='html'>Forgive me, my love.. For all the stupid things I've done. Things that drive you blind mad. That makes you so angry with me. The incident that makes me angry to you, in reverse. Forgive me, my love, cause for me..forgiven is not forgotten.
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-110139831945024849?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/110139831945024849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=110139831945024849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/110139831945024849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/110139831945024849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/11/forgive-4-me.html' title='Forgive (4) me'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-109982083479034425</id><published>2004-11-07T01:56:00.000-08:00</published><updated>2004-11-07T01:47:14.790-08:00</updated><title type='text'>Racikan bumbu waktu</title><content type='html'>Beberapa hari ini aku lagi manja berat. Kemana-mana minta dijemput. Manja banget deh.. Sampai akhirnya dua hari yang lalu dia sempat berucap sambil bercanda, "kamu  mode manjanya lagi on, ya?" 
Tiap hari harus ketemu dengannya, sampai mungkin keluarganya sudah bosan melihatku ada terus di acara keluarga mereka. Maunya peluk-peluk dan minta dipangku. Kayak teddy bear. Mungkin aku jadi terlihat memonopoli dia. Tapi inilah caraku untuk mengejar waktu kami yang tak lama. Waktu kami untuk bersama. Saat ini, sampai waktu memisahkan kami. Dan membuat kami harus berpisah. Lagi.

Sedih, kalau ingat hal yang akan datang nanti. Waktu. Waktulah yang akan memisahkan kami. Kebersamaan yang sementara, terlimitasi oleh waktu. Seperti rose wine kesayanganku..masing-masing memiliki lintasan waktunya sendiri. Aku yang harus menerimanya. Mungkin aku yang harus mulai beralih ke red wine, agar bisa terus bersama. Yang makin lezat saat menua. Dengan berbagai rasa tambahan dari botol di dalamnya. Rasa yang menjadi semakin kompleks dengan bertambahnya usia. Seperti hidup yang dibumbui oleh sang waktu. Seperti kami. 

Semoga kami bisa selalu bersama, membumbui hidup berdua. Hingga tercapai rasa yang kami inginkan. Yang paling pas untuk kami. Dan semoga kami masih bisa menikmatinya bersama, dan membawanya di dalam hati. Bersama membumbui hidup. Meracik suka, duka, sedih dan bahagia. Berbagi. Cerita, tawa dan tangis, kekesalan dan kegembiraan, juga umur. Bersama.
Dan semoga selamanya. 
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-109982083479034425?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/109982083479034425/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=109982083479034425' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109982083479034425'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109982083479034425'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/11/racikan-bumbu-waktu.html' title='Racikan bumbu waktu'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-109852435933089071</id><published>2004-10-23T02:20:00.000-07:00</published><updated>2004-11-07T00:53:03.313-08:00</updated><title type='text'>the shade of grey</title><content type='html'>Sedikit terpuaskan hausku akan obrolan semacam itu. Esensi dari banyak hal yang ada, tertulis dan hidup. Cerita, legenda, mithology yang menjadi nyata. Mewujud dalam bentuk manusia. Dari india, jawa, mesir, romawi-yunani maupun mesopotamia dan babilonia. Mithology yang menjelma, mengambil bentuk. Menjadi nyata.

Sedikit terpuaskan hausku, dahagaku akan ilmu dan perbincangan yang dalam seperti malam tadi. Pembicaraan mengenai wayang, dewa, Tuhan, avatarism, agama dan pencandian yang dilakukan manusia. Pada yang tidak berbentuk menjadi berbentuk. Pada pergeseran dunia nyata dan maya. Yang dimungkinkan terjadi karena merasuknya teknologi. Yang maya. Sehingga yang nyata akan menjadi maya. Meskipun dalam konteks pencandian semata.

Kita yang sering memandang sebelah mata terhadap pencandian yang dilakukan orang-orang terdahulu dalam memandang dewanya. Dengan dalih musyrik, setan, iblis dan lain-lain. Tapi yang mereka lakukan saat ini adalah mengambil bentuk pada Tuhan. Membatasinya dan menganggapnya berbentuk. Tuhan itu begini atau begitu. Menurut penafsiran kita yang terbatas. Membatasi. Padahal Dia tidak terbatas dan tidak terbahas. Manusia. Makhluk yang melihat permasalahan dengan point of view kita yang sempit. 

Kitalah yang berkata. "there's no such thing as black and white. Just the shade of grey." Tapi kita lupa bahwa warna abu-abu adalah campuran dari hitam dan putih. Meskipun mereka tidak hadir secara visual, tapi keberadaan mereka tak terbantahkan. Mungkinkah &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-109852435933089071?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/109852435933089071/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=109852435933089071' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109852435933089071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109852435933089071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/10/shade-of-grey.html' title='the shade of grey'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-109817819396217320</id><published>2004-10-19T01:30:00.000-07:00</published><updated>2004-10-19T02:40:21.666-07:00</updated><title type='text'>Tabir yang terkuak</title><content type='html'>Tuhan memang keren!!!!
Setelah lama aku bersikukuh bahwa perempuan itu memiliki kekasih lain di luar dirinya, akhirnya tabir itu terkuak juga. Meskipun kuakan itu baru terbuka setelah putusnya tali kasih diantara mereka. Dia marah tentunya. Karena hal ini terjadi saat mereka masih bersama. Dia yang selalu curiga bila aku menyinggung nama perempuan itu di depannya dulu. Mungkin dia merasa aku menjelek-jelekan perempuan itu. Padahal instingku berkata bahwa perempuan itu main belakang (selain main dukun tentunya). Dan instingku jarang sekali salah, terutama dalam hal yang menyangkut hal-hal seperti ini. Hal yang kutahu sejak aku kecil. Aku berkecimpung di dunia ini semenjak lahir. Lagipula bukankah aku yang selalu berkata bahwa hanya orang bodoh yang bisa cemburu. Seperti perempuan kebanyakan yang tidak mempergunakan otaknya. 

Lucunya, lelaki yang menjadi selingkuhan perempuan itu malah membeberkan rahasia ini padaku. Orang yang dicurigai sebagai penyebab keretakan mereka. Perempuan itu dan kesayanganku. Tuhan memang punya selera humor yang aneh.
Memang Tuhan yang hebat. Dan perempuan itu yang bodoh serta terlalu percaya diri. Terlalu percaya bahwa dengan "orang kepercayaannya" itu dapat menutupi perbuatannya. Belum lagi oom-oom yang memeliharanya. Wow..banyak bener yang harus ditutupinya.
Complicated sekali ya hidup ini.. :) &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-109817819396217320?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/109817819396217320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=109817819396217320' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109817819396217320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109817819396217320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/10/tabir-yang-terkuak.html' title='Tabir yang terkuak'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-109817286140709477</id><published>2004-10-19T01:15:00.000-07:00</published><updated>2004-10-19T01:01:01.406-07:00</updated><title type='text'>ngGragas</title><content type='html'>Makan sahur dengan keluarga (lagi) setelah absen tiga hari. Hiks..artinya ini kali kedua aku sahur bersama keluargaku ya? Setelah kuingat-ingat, ini berawal dari shalat bareng malam-malam dengannya. Yang membuat jam tidurku bergeser, padahal ini berefek similar pada jam sahurku.
Hiks..aku benar-benar penelantar keluarga nomor satu.. 

Makan sahur yang ditemani nasi putih, beberapa jenis sayur dan lauknya. Entah kenapa, dini hari ini mataku tertumbuk pada tumisan aneh di depanku. Tumisan yang terdiri dari tempe, cabai hijau dan irisan benda putih tipis di dalamnya. Belakangan kutahu bahwa itu adalah irisan biji nangka.
Wah, ini hal baru bagiku. Biji nangka ternyata bisa dibuat tumisan!

Kita memang bangsa yang kreatif, yang suka sekali berkreasi dengan barang tak berguna yang berserakan di sekeliling kita. Bangsa yang pelit. Yang merasa sayang untuk membuang barang , tapi berusaha mendayagunakannya. Bangsa yang selalu berusaha memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Selagi masih bisa dimanfaatkan, manfaatkanlah. Kita memang bangsa yang senang memanfaatkan.

Dulu aku sering melihat biji nangka yang direbus. Dimakan seperti kacang rebus untuk nyamikan. Bethon. Yang enak dimakan sambil minum teh sore-sore sambil nonton tv. Tapi ini merupakan hal baru bagiku, bahwa selain dijadikan gudeg dan direbus, biji nangka pun dapat dijadikan tumisan.
Kita memang bangsa yang nggragas. &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-109817286140709477?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/109817286140709477/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=109817286140709477' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109817286140709477'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109817286140709477'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/10/nggragas.html' title='ngGragas'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-109731599152280391</id><published>2004-10-09T02:38:00.000-07:00</published><updated>2004-10-09T02:59:51.523-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>".. Kesenangan itu rapuh bagai butir embun, selagi tertawa ia pun lenyap. Namun kesedihan itu kuat dan lekat. Biarlah kasih yang sedih terjaga di matamu.."
 (tagore)

Kadang kesedihan itu lebih nyata dibanding tawa dan suka cita. Saat sedih melanda, kita akan teringat padanya. Pada yang kerap kita lupakan. Namun selalu kita ucapkan namanya saat air mata itu mengalir.
Biarlah kasih yang sedih itu terjaga di matamu..
                          &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-109731599152280391?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/109731599152280391/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=109731599152280391' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109731599152280391'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109731599152280391'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/10/blog-post.html' title=''/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-109731360968298028</id><published>2004-10-09T01:22:00.000-07:00</published><updated>2004-10-17T07:47:43.380-07:00</updated><title type='text'>5  - the rose wine of mine</title><content type='html'>Saat dimana prediksi menjadi kenyataan merupakan saat yang paling menyebalkan. Mengesalkan karena sekeras apapun aku melawannya, menabrak dan berusaha menerobosnya, yang kutemui hanyalah dinding takdir. Menyebalkan dan sangat tidak mengasikkan. Seperti quote yang kerap diucapkan raja kera dalam sebuah serial mandarin klasik.
Mungkin inilah saat aku harus pergi dan menemui takdir. 2005. Saat aku harus menemuinya, bersamanya. Kebersamaan yang terlimitasi oleh waktu. Lima tahun. Keberadaan bersama. Untuk menjemput 35. 
Kekasihku, pujaanku, penghancur hatiku. Kuharus bersamamu untuk hancur. Untuk luka, kalah dan bangkit kembali. Seperti phoenix. Yang hidup kembali setelah membakar diri. Seperti kota yang dibangun diatas kota yang dihancurkan sebelumnya. Untuk menjadi lebih kuat dan besar. Hancur, luluh dan melebur. Untuk kemudian bangkit kembali. 
Yang deminya mungkin aku harus meninggalkan persinggahanku. Yang nyaman, namun penuh kebimbangan. Kadang aku tak tahu mana yang terbaik. Biarlah waktu mengalir seperti air. Dan wine di sungai surgawi. Mengalir. Bersama air kulepaskan bebanku. Kesedihanku. Pada air..
Selamat berpisah, persinggahan sementaraku.. Terimakasih atas tempat berteduh dan menenangkan diri yang singkat ini. Pertemuan yang terlimitasi waktu. Seperti rose wine yang kerap kita nikmati bersama. Kutinggalkan kau dengan bola di tanganmu. Gulirkanlah hingga batas takdir menjemputmu. Selamat berpisah..dan kali ini kita memang benar-benar harus berpisah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-109731360968298028?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/109731360968298028/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=109731360968298028' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109731360968298028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109731360968298028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/10/5-rose-wine-of-mine.html' title='5  - the rose wine of mine'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-109721927940394060</id><published>2004-10-07T22:51:00.000-07:00</published><updated>2004-10-08T00:16:30.836-07:00</updated><title type='text'>disebrat</title><content type='html'>Ternyata akulah yang selama ini memaksakan diri untuk merengkuh sejumput kebersamaan kami. Yang mungkin hanya ilusi. Kesedihan dan kehilangan hanyalah ilusi semata. Keterikatan akan keberadaannya. Kebutuhan akan adanya dia di sampingku. 

Kadang kupertanyakan arti ilusi ini. Kehidupan yang katanya hanya ilusi. Namun mengapa ilusi ini menyusupi pori-pori jiwaku? Ketergantungan yang menyerupai candu dalam darahku. Ternyata ada yang lebih parah dari rokok dan wine. Yang dapat kutinggalkan begitu saja saat kumau. Ternyata canduku adalah kasih sayang. Keterikatan. Shita.

Dulu aku pernah mempertanyakan mengapa Shita begitu terikat pada Rama? Setelah begitu buruknya perlakuan. Dia yang pernah menjadi bunga negeri setelah disunting hanyalah memetik buah penderitaan dan penghinaan. Bagaimana aku tidak mengatakannya dihina, bila setelah perjuangannya akan Rahwana, dia masih dibuang pula. Dibuang ke pinggir Sungai Yamuna sampai diangkat anak oleh pertapa. Dengan janin Rama dalam tubuhnya. Sampai Rama menjemputnya kembali, setelah banjir bandang dan semua bencana yang melanda negerinya. Yang datang dari air mata Shita. Hanya karena Rahwana. Seorang yang disebut raksasa oleh masyarakat Jawa. Yang ternyata berwajah tampan dan gagah laksana dewa. Hanya karena dia muncul sebagai tokoh antagonis, maka dia dikatakan buruk rupa seperti raksasa. Raksasa mana yang bisa membuat seorang raja tega membakar dan kemudian membuang ratunya sendiri? Ratu yang diperjuangkannya diatas darah bangsa kera. Tidaklah mungkin seorang raksasa buruk rupa mendapat perlakuan setinggi itu. Rahwana yang istri-istrinya tersebar dimana-mana. Mulai dari bidadari kahyangan, putri-putri raja, sampai ratu bangau, buaya dan lainnya. Betapa tak mungkinnya. Seorang raja raksasa? Sesakti apapun dia hanyalah raksasa.

Kadang kubertanya, apakah cinta yang membuat Shita bertahan? Ataukah kewajiban, sebagai titisan Shri Lakhsmi yang harus mendampingi Shri Vishnu saat turun ke dunia? Ataukah kebutuhan, keterbiasaan akan Rama disisinya? Ataukah nama baik dan keadaan? Ataukah...?ataukah...?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-109721927940394060?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/109721927940394060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=109721927940394060' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109721927940394060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109721927940394060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/10/disebrat.html' title='disebrat'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-109713978117914667</id><published>2004-10-06T23:20:00.000-07:00</published><updated>2004-10-09T03:03:32.780-07:00</updated><title type='text'>Mi Pesto Amor</title><content type='html'>Hmmm.. Pasta dengan tomat cincang, basil, oregano segar, daging merah dan parmesan leleh diatasnya. Benar-benar makanan yang sempurna untuk membuka hari baru. Inilah bayangan yang kerap menari-nari di otakku sejak dua hari yang lalu.

Agar pagi hariku berlangsung dengan sempurna, kupersiapkan bahan-bahan pembuatnya dari malam tadi. Fussili ok, tomat.. tinggal buka kaleng, pasta tomat juga, daging baru beli sore dari Hero, basil ada, tapi…oregano? Oreganoku mana???
Kuubek-ubek tempat bumbu, laci sampai kulkas, siapa tau nyasar di sana, tetep nggak ada. Hhh..tampaknya impianku untuk pagi yang sempurna harus dipending dulu nih..

***
Pagi..
Sarapan roti unyil oleh-oleh dari bogor. Roti yang membangunkanku malam-malam dengan telponnya. Jam 23.42 menurut hand phoneku. Ternyata namanya memang sesuai dengan akibat yang ditimbulkannnya pada perutku. Benar-benar unyil! Nafsu makanku memang sedang gila-gilaan akhir-akhir ini. Hal yang dipicu kekhawatiranku terhadap berat yang terus menurun. Ternyata pacaran berbanding lurus dengan berat badan. Degradasi hubungan berakibat langsung pada penurunan berat badan.
Bongkar-bongkar kulkas, dan kutemukan tupperware berisi pesto di dalamnya. Wah, boleh juga nih.. 
Berhubung tidak ada spagetti, aku memutuskannya untuk menggantinya dengan mie instan, yang bumbunya disingkirkan. Mie dengan pesto. Pesto yang dibuatnya. Kenangan pun berhamburan ke dalam benakku. Saat-saat membeli basil segar ke lembang, parmesan di toko setiabudi, dll. Dia memang hobi masak dan enak. Kenangan..semua itu hanya kenangan. Memori yang akan larut ditelan ombak waktu. Meskipun aku masih sayang padanya. 
Dengan mata yang masih mengawang, kugulung mie-pesto itu dengan garpu. Kumasukkan ke dalam mulutku. Kukunyah pelan. Dengan lagu Barbra Streisan&amp;Bryan Adams di kepalaku, “..started at a café. Started as a friend. Funny, how it comes from a simple thing. The first time we kissed..”
Lagu yang kerap kunyanyikan untuknya saat kami berciuman. 
Namun waktu yang indah itu pupus seketika, saat indera pengecapku membunyikan alarm. Rasanya nggak enak! Nggak pas. Tidak seperti rasa mulutnya yang beraroma cigar itu. Sial! Tenyata pesto memang bukan pasangan yang pas untuk mie instan. Seperti kami yang tidak bisa bersama. Lagi.
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-109713978117914667?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/109713978117914667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=109713978117914667' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109713978117914667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109713978117914667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/10/mi-pesto-amor.html' title='Mi Pesto Amor'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-109705490726211871</id><published>2004-10-06T02:27:00.000-07:00</published><updated>2004-10-06T02:28:27.263-07:00</updated><title type='text'>...swara</title><content type='html'>“..remember the music of my heart..”

Masa lalu mungkin hanya masa lalu.. Tapi denting piano itu masih nyangkut di kalbu. Masa-masa sedih dan penuh tangis yang dihiburnya dengan permainan pianonya. Hingga aku tertidur dengan telpon masih di telingaku. Masa-masa aku nggak tau harus ngapain dengan hubungan kedua orang tuaku. Masa-masa aku putus. Masa-masa dia putus. Masa-masa pulsa telpon adalah udaraku. 

Makan steak yang dibuatnya sambil diiringi permainan pianonya. Puisi-puisinya. Ngobrol sejarah, puisi, logika, sastra, perkembangan teknologi, dll. Jalan-jalan nggak tentu arah bersama. Menikmati awan di langit  sampai matahari terbenam. Dialah yang mengajariku hidup dan memandang kehidupan. Tempat ngobrol paling enak sedunia. Kuakui, aku memujanya. He is an angel who walk on earth, teach mortal how to love and be loved.
Sampai sekarang kuilnya masih ada di sudut hatiku yang paling dalam. Bagaimana mungkin melupakan sosok yang membuatku?

Kenangan adalah indah saat dikenang, tapi selalu indah saat menyebut namanya..
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-109705490726211871?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/109705490726211871/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=109705490726211871' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109705490726211871'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109705490726211871'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/10/swara.html' title='...swara'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-109705062605384562</id><published>2004-10-06T01:56:00.000-07:00</published><updated>2004-10-06T01:17:06.053-07:00</updated><title type='text'>wine lover</title><content type='html'>Setelah lama menunggu, akhirnya keluar juga jawaban atas apa yang kami mau dari hubungan ini. Ternyata kami yang belum mampu berbagi dan masih mencari. Meski di alam hati masih tersisip rasa sayang untuknya. Tapi ternyata kami masih mencari. Bentuk.Usaha.Dan soulmate kami.

Kami dua orang yang masih terkungkung dan terpenjara masa lalu. Berusaha untuk lepas dan keluar dari selongsong waktu, namun sebagian diri kami masih merindukan rumah jiwa kami yang dulu.

Dia yang masih merindukan tempat persinggahannya yang dahulu, yang lama mengisi hatinya. Dan tumbuh bersamanya. Meskipun pintu itu telah tertutup untuknya.
Aku yang masih teringat dengan tempat-tempatku dulu pernah bernaung, yang pernah mematangkan jiwaku di dalamnya. Meski aku telah menyadari bahwa masa lalu hanyalah masa lalu, dan ternyata aku hanya mencintai ilusinya. Refleksi masa lalu yang terpantul dari waktu. 

Aku mencintai mereka di waktu keberadaan mereka bersamaku. Di masa mereka. Yang telah lalu.
Seperti manisnya wine yang kunikmati setelah kukulum dalam mulutku. After taste. Semua itu selalu lebih manis dalam kenangan..
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-109705062605384562?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/109705062605384562/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=109705062605384562' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109705062605384562'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109705062605384562'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/10/wine-lover.html' title='wine lover'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-109584572525244931</id><published>2004-09-22T01:31:00.000-07:00</published><updated>2004-09-22T02:35:25.253-07:00</updated><title type='text'>Sediih..</title><content type='html'>Sedihnya hari ini.. Ngeramal beberapa orang dan harus ngasih tau kabar buruk. Yang satu gay, mau kena HIV, yang satu lagi mau kecelakaan.. :'( Sediih..
Kadang bingung harus gimana, ngasih tau nggak tega, tapi kalau nggak dikasih tau aku dibayar untuk itu. &amp; Aku harus fair kan. Di satu sisi, dia berhak tau atas hidupnya, biar dia bisa mengambil tindakan-tindakan preventif. Pengobatan kek, safe sex kek, asuransi jiwa dll kek, atau apalah.. Tapi di sisi lain, apakah dia siap dengernya?
Sediiih..
Mungkin harusnya dia bahagia, karena bentar lagi ketemu Tuhan. Tapi apa dia sendiri ngerasa bahagia?? Dia kan bukan gue!!! Yang mohon-mohon ama Tuhan, kangen..udah bosen di dunia ini. Padahal sapa juga deh gue? Emang gue sebersih itukah? Gw rasa nggak. Tp gw cuma kangen aja, sayang banget sama Dia. Kangen..


&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-109584572525244931?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/109584572525244931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=109584572525244931' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109584572525244931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109584572525244931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/09/sediih.html' title='Sediih..'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-109275466531772100</id><published>2004-08-17T07:06:00.000-07:00</published><updated>2004-08-17T07:57:45.316-07:00</updated><title type='text'>Tikus</title><content type='html'>Semalam aku liat tikus mati.. Tikusnya kecil, mungil dan mukanya lucu bgt. Warnanya hitam mulus, jadi inget Mickey Mouse. Dia masuk ke kamarku tadi malam. Tante, ade' &amp;amp; mamaku memaksanya lari dan sembunyi di situ, Mungkin dia tau aku nggak bakal menyakitinya.
Semua orang nggak ngerti alasanku untuk nggak membunuhnya. Macam-macam alasannya mulai dari pes, tiphus, binatang kotor sampai betapa pintarnya tikus sebagai binatang, lebih dari anjing. Aku masih diam, tapi mulai berpikir gimana kalau sakit. Hari gini kalau sakit kan mahal dan males banget harus stuck di tempat tidur gitu.
Akhirnya aku diam, konsentrasi dan mulai bicara dengan dia. Biar dia keluar dari kamarku, sehingga aku nggak sakit. Aku nggak mbunuh dia, tapi nggak sakit.. Begitu pikiranku.
Sampai akhirnya dia keluar dari persembunyiannya, dan memandangikuku dengan mukanya yang lucu. Cute banget! Tapi yah, demi alasan kesehatan, kusuruhlah dia keluar. Kuberi dia rute-rute yang tidak membahayakan. Dengan bodohnya kuberitau ade'ku untuk menyingkir, karena tikusnya mau keluar. Bodoh bangeet... Karena Mickey Mouseku jadi dikepung, lari dan lariiii....sampai akhirnya terpojok dan di bunuh! Sakiiit banget rasanya. Kok tega ya orang memunuh binatang selucu itu?? Tadinya aku ingin menjadikannya piaraan. Nggak semua orang lho bisa punya piaraan tikus. Tapi dibunuh..
Samil nangis, aku berpikir kenapa orang tega nyakitin binatang sekecil dan selucu dia. Mungkin karena mereka nggak melihat sisi kelucuannya, mereka cuma dipicu ketakutan mereka akan image di kepala mereka tentang tikus. Kadang kita sering membunuh musuh potensial sebelum itu jadi besar. Mungkin ini dipicu insting kita untuk mempertahankan diri. Padahal belum tentu musuhnya sekuat itu atau semengancam itu. Kita cuma berusaha mempertahankan diri dan mencari pembenaran atas tindakan kita itu. Sepertu yang serung kita lakukan sehari-hari..
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-109275466531772100?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/109275466531772100/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=109275466531772100' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109275466531772100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109275466531772100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/08/tikus.html' title='Tikus'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-109275111496315482</id><published>2004-08-17T06:53:00.000-07:00</published><updated>2004-08-17T06:58:34.963-07:00</updated><title type='text'>Pelita</title><content type='html'>Dahulu kala manusia merupakan makhluk yang paling dekat dengan-Nya, karena kemampuan-Nya untuk berkomunikasi dengan-Nya. Hal ini diperolehnya berkat sebuah pelita ajaib yang membuatnya mampu berkomunikasi dengan Tuhan. Iblis, yang dalam semua cerita kuno hingga modern, memendam rasa iri pada manusia, berusaha memisahkan manusia dan Pelitanya. Mereka menyembunyikannya di sungai, menenggelamkannya ke palung terdalam, menyimpannya di puncak gunung tertinggi hingga ke gua tersembunyi. Namun manusia selalu dapat menemukannya.
Hingga suatu ketika para Iblis mengadakan sidang besar untuk menjauhkan manusia dari Tuhan-Nya. Sidang yang dibuat karena usaha berlarut-larut mereka tidak membuahkan hasil yang nyata. Para menteri, jendral, panglima, penasehat, hulubalang dan serdadu iblis itu memeras kreativitas licik mereka. Mereka pun berdebat, perdebatan panjang yang membuat angin mendengkur karenanya. Hingga, sebentuk iblis kecil memberanikan diri untuk memakai hak suaranya. Dan berkata dengan suara kecilnya, “Yang Mulia semuanya, saya mempunyai usul yang pasti mampu membuat manusia sulit berkomunikasi dengan Tuhan.”
Ruangan ramai itupun mendadak hening karena kelancangan iblis kecil ini. Si kecil yang bukan siapa-siapa! Keheningan itu mendadak dipecahkan koor raungan, jeritan, teriakan dan geraman para petinggi yang hadir. Keriuhan yang dipadamkan oleh Sang pemimpin sidang, Iblis Besar bertanduk, yang tingginya mencapai langit dan penyebutan namanya saja mampu membuat penyebutnya menjadi lebih jahat. “Hmm…apa katamu, anak kecil? Usul apa yang kau punya, apakah lebih hebat dari para Yang kejahatan dan kekejamannya telah terbukti ini? Sebutkanlah!” Katanya dengan suara halus.
Di dunia iblis, makin tinggi derajat keiblisannya akan makin halus pembawaan mereka, semakin menarik dan bertatakrama, mengecoh pikiran pendengarnya.
(Mungkin ini dapat di-analogi-kan dengan perbandingan preman pasar yang petantang-petenteng, dengan mafia yang mengkhususkan dirinya pada kalangan sosial tertentu.)
“Saya tidak bisa memberitahukannya, Yang Mulia, saya tidak berani menanggung resiko kebocoran” kata Si kecil takut-takut, “tapi rencana saya ini pasti berhasil, kalau gagal saya berani dihukum untuk tidak berkata kasar dan berbuat jahat seumur hidup saya.”
Setelah melalui perdebatan panjang, dengan kata-kata yang tidak etis untuk disebutkan, maka sidang sepakat untuk menyetujui usul Si kecil. Dengan persyaratan yang ia ajukan sebagai jaminannya. Hiks..sungguh syarat kecil, yang sangat berat, menurut mereka.
Si kecil pun mulai melaksanakan rencananya. Dan dalam hitungan minggu, manusia mulai terlihat bingung. Ia mengalami kesulitan untuk berkomunikasi dengan Tuhan-Nya, Pelitanya menghilang! Ia mencari ke semua sudut alam semesta, namun yang dicarinya tak kunjung ditemukan. Tak terpikir olehnya untuk bertanya pada Si kecil.
Si kecil, yang awalnya bukan siapa-siapa, sekarang menjadi Selebriti iblis. Semua Iblis memandangnya takjub, bahkan para vampire cantik seksi yang digandrunginya habis-habisan pun mulai tersenyum padanya. Kehebohan ini menimbulkan iri hati di kalangan Iblis terkemuka lainnya. Hingga digelarlah sidang berikutnya.
Setelah mengucapkan selamat pada Si kecil, Iblis Besar pun masuk ke topik utama sidang. Apa yang dilakukan Kecil hingga manusia kehilangan Pelitanya? Mulanya Si kecil mengajukan keberatannya, hingga emosinya sebagai selebriti baru memuncak, dan membuatnya menyebutkan tempatnya menyembunyikan Pelita itu. Pelita yang disembunyikannya di dalam diri manusia sendiri, “Ia pasti tidak akan pernah menemukannya di gunung, lembah, sungai, dasar samudra atau pelosok jagat raya manapun. Ia selalu mencarinya di luar dirinya, adalah suatu pencarian yang sia-sia semata untuknya, karenanya tidaklah pernah ia akan menemukannya.” tegas Selebriti baru ini dengan sombongnya.
Akhirnya sidang pun ditutup dengan janji tidak akan membocorkan rahasia tersebut pada makhluk di luar sidang.
Tapi..suatu ketika manusia mengetahui rahasia ini. Dan mulailah ia mencarinya ke dalam dirinya. Pencarian yang lama, walau tak dapat dikatakan sia-sia.
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-109275111496315482?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/109275111496315482/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=109275111496315482' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109275111496315482'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109275111496315482'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/08/pelita.html' title='Pelita'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-109274987981487699</id><published>2004-08-17T06:28:00.000-07:00</published><updated>2004-08-17T06:37:59.813-07:00</updated><title type='text'>Cinta</title><content type='html'>Cinta itu sebenarnya benda apa? Yang bisa membuat langit merendah dan bumi membelah. Yang bisa mendamaikan dan memecah jagat raya.
Cinta itu sebenarnya makhluk apa? Menyusup ke dalam sanubari yang terdalam, seperti mikro organisme yang masuk dan membelah diri di dalam tubuhku, hingga aku tak punya daya untuk melawannya.
Cinta itu sebenarnya rasa apa? Yang bisa membuat masakan menjadi lezat atau malah cemplang sama sekali.
Cinta itu sebenarnya penyakit apa? Mengapa tubuhku tak punya daya untuk melawannya? Berjalan sendiri mengikuti takdir.

Mungkin harus begini. Atau seharusnya tidak begini? Terus terang aku nggak tau, dan nggak mau tau. Hanya ngeli, mengikuti arus kata hati. Yang nyaris padam, megap-megap melawan kejamnya logika. Sakit, sedih, ngilu dan perih. Namun apa daya, aku hanya mengikuti kata hati, yang arusnya tak sanggup kulawan, walau kucoba untuk menghindar. Kendati telah kucoba jalan ekstrem, membohongi perasaanku dan diriku sendiri. Pathaetic. Mengganti gambarnya di sudut hatiku dengan gambar lain, yang mungkin akan lebih bisa diterima dunia. Aku telah mencoba, namun apa daya aku tak kuasa menghapus bayangannya di sudut hatiku, menghantuiku bagai para hantu malam yang dengan rajinnya datang berkunjung mengisi daftar hadir mereka. Aku sudah mencoba. Jangan pernah berkata bahwa aku tidak berupaya. Aku telah mencoba. Namun tak kuasa.

Dulu pernah ada yang bercerita, bahwa cinta adalah perwujudan cahaya Ilahi yang tercermin dalam jiwa manusia. Karenanya kita selalu meresa hancur bila tidak dicintai. Bersyukurlah pada Cinta dan alam semesta, bila masih ada yang mencintaimu dan mengatakan padamu bahwa kau berarti untuknya. Walau itu tidak datang dari orang yang kau cinta. Mungkin itulah perwujudan cinta Tuhan dan alam semesta padamu. Sapaan Namaste bagimu. Namaste, Aku mencintai Tuhan dalam diriMu.

Pada dasarnya, kita hanyalah ciptaan kecil-Nya, perwujudan diri-nya, Sang Maha Sempurna. Lama sekali aku mencari-Nya, di kuil-kuil, altar, maupun mimbar. Di semua tempat manusia mumpuni yang dikenal mengenal-Nya. Di banyak petilasan orang baik, yang mengenal-Nya. Aku pun mengenal banyak aliran dan sebutan untuk-Nya, maupun para pengusung panji-Nya. Aku mencintai semua-Nya. Dari banyak sudut dunia. Dari Parsi hingga India, dari Mekkah hingga Jerusalem. Aku mencintai semuanya, para messiah-avatar-nabi dan rasul, semuanya. Semuanya kecintaanku. Malaikat yang berdiam di lapisan langit pertama, kedua dan seterusnya. Yang bersayap dua, tiga, empat atau yang menampakkan wajahnya di depanku tanpa sayap. Dari malaikat yang kukenal sampai yang tidak kukenal. Namaste. Namaste. Namaste.
Pernah dalam pencarianku pada-Nya, aku mencari-Nya di semua tempat dan makhluk-Nya. Dan aku mencintai semuanya. Aku mencintai mereka sebagai perwujudan Cintaku pada-Nya. Lama, hingga kudengar sebuah cerita. Dari India.
Tentang manusia yang mencari Tuhannya. Dan dia tak pernah menemukannya karena matanya tak pernah melihat ke dalam dirinya. 
Pencarian yang lama, walau tak dapat dikatakan sia-sia.
Sejak itulah aku mencari Tuhan dalam diriku, tak lagi melihatnya sebagai cahaya menyilaukan di luar diriku. Dia ada di dalam diriku dan mengerti Aku. Dan mengenalku lebih dari apapun dan siapapun. Cintaku yang tidak pernah mencelaku ataupun membiarkanku sendirian. Karena Ia selalu bersamaku dan mencintaiKu. Saat ini. Selamanya. Saat itulah aku merasa menemukan. Cinta.
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-109274987981487699?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/109274987981487699/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=109274987981487699' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109274987981487699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109274987981487699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/08/cinta.html' title='Cinta'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7981784.post-109274915554809840</id><published>2004-08-17T06:19:00.000-07:00</published><updated>2004-08-17T06:25:55.550-07:00</updated><title type='text'>Amritha</title><content type='html'>Rasanya sedih sekali hari ini, tanpa tau kenapa.. Serasa ada suatu kebutuhan untuk menjeritkan tangis yang terkubur dalam. Lara di dalam dada, menyelip diantara kulit dan jantungku, tanpa tau kenapa alasan di balik semua tanya. Terasa lara, jeritan mohon pertolongan yang menyakitiku walau tanpa suara. Seakan ada tangan kejam yang menyayat bagian tengah dadaku secara horizontal. Setipis sashimi, tipis dan rapih. Dan membiarkan sisa dagingnya di tempat semula, tanpa menggesernya dari tempat yang semestinya. Namun bekas itu ada. Setipis irisan sashimi.
Sedih, ngilu, sakit..
Mungkin aku yang salah, yang menguburnya sehingga menjadi tangisan dalam yang terpendam. Yang kumulatif. Yang diam tapi meroyak dari dalam. Tapi apa sebenarnya air mata, mutiara para dewa.. yang dengannya langit terguncang dan bumi merintih. Yang dengannya laut pun terbelah dan gurun pun bergolak. Yang dengannya semua yang paling musykil pun menjadi nyata. Dari pengecilan rahim dan disfungsi ereksi, hingga luruhnya janin dalam perut yang telah menggembung besar. Itulah air mata, panggilan bagi para dewa, lebih kuat dari persembahan ritual yang paling tua. Air mata. Pujaan para dewa. Jeritan kaum Hawa.
Pernah kudengar, bahwa mutira berasal dari air mata seekor naga, yang teraniaya, tersiksa. Dan mengadukan nasibnya. Pada Tuhannya.
Dan dalam cerita lain, mutiara itu berasal dari air mata seorang dewi yang merana karena cinta. Dan jadilah mutiara. Amritha.
Air mata. Selalu air mata. Yang dapat menggoyahan suatu kaum, suatu bangsa. Meski yang paling perkasa, yang pernah menjejakkan kakinya di dunia.
Hanya air mata, tangisan tulus yang mampu menyelamatkanmu dari setan yang paling kejam. Yang mampu menyelamatkanmu dari petaka, dan jurang penderitaan. Kesedihan dan penderitaan yang paling dalam sekalipun, pupus oleh air mata. Selesai. Tamat. Finish. The End. Akhir dari semuanya. Selesai dengan air mata. Pujian bagi  Sang Pencipta. Air mata. Pelepasan para pencinta. Air mata.. Air mata..
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7981784-109274915554809840?l=kamalasutra.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kamalasutra.blogspot.com/feeds/109274915554809840/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7981784&amp;postID=109274915554809840' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109274915554809840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7981784/posts/default/109274915554809840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kamalasutra.blogspot.com/2004/08/amritha.html' title='Amritha'/><author><name>kamala</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10606950426835489743</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
